Joker

Sudah menjadi rahasia umum di SMA Kapitulan, SMA ternama yang ada di kota, bahwa selalu ada beberapa orang korban bullying yang tersebar di berbagai kelas untuk menghibur teman-temanya yang stress akan beratnya beban tugas dan pelajaran. Jika melapor guru atau orang tua, maka bullying akan semakin keras. Maka dari itu, bullying dapat bertahan lama di sekolah ini.

Salah satu target bullying tahun ini bernama Reyhan. Jatuh karena disandung temanya, mendapati meja dan isi tasnya penuh dengan sampah, disiram air, dilempar kotoran, adalah pengalaman sehari-hari yang ia dapatkan. Diantara teman-temanya, ada 3 orang yang paling getol dalam menyiksanya. Tidak hanya mengganggunya, tetapi mereka sudah memalak uang, dan memukulinya setiap hari. Mereka bertiga mengaku sebagai geng wajik Sembilan yang cukup dikenal dikalangan siswa-siswi.

Aksi bullying terus dilakukan terhadap Reyhan dan kian hari, kian berat bullying yang diterima olehnya. Hingga suatu hari, Reyhan benar-benar berhasil memberi balasan telak terhadap geng Wajik Sembilan hingga mereka bertiga tidak mampu berkutik. Semenjak itu, Reyhan keluar dari daftar target bullying.

Keesokan harinya, Reyhan dipanggil menuju ruang OSIS. Tidak ada harapan, hanya logika yang berada di pikiranya bahwa dia akan diberi ucapan selamat atau kerja bagus oleh anggota OSIS karena telah menghentikan sebagian aktivitas bullying. Namun ternyata dugaanya meleset. OSIS lah yang selama ini berada di belakang semuanya. Dikepalai oleh ketua OSIS Vera dengan wakil dan sekertarisnya, mereka membuat sistem geng-geng kecil yang diberi nama dengan 4 jenis kartu remi beserta angkanya, bertanggung jawab kepada geng-geng besar yang diberi nama Three Kingdom dari masing-masing jenis kartu remi. Vera hendak mengajak Reyhan untuk bergabung sebagai pengelola geng-geng kartu remi sebagai kartu as keempat. Namun Reyhan menolak dan mengatakan bahwa dia lebih menyukai menjadi seorang Joker ketimbang anggota kerajaan.

Memanfaatkan target-target bullying, penelitian latar belakang, provokasi, hingga sabotase dilakukan Reyhan untuk menghentikan aksi bullying di sekolah. Hingga strategi terakhir, membuat anggota-anggota geng terprovokasi dan terbakar amarahnya untuk tawuran melawan sekelompok aparat kepolisian dan personil TNI. Semua anggota geng tertangkap, pelaku-pelaku bullying keluar dari sekolah. Korban-korban bullying dan anak-anak yang sedari awal tidak setuju dengan adanya aksi bullying ini dapat terbebas dari rantai tradisi busuk yang mengikat mereka selama ini.

(Genre : Misteri)

 

Advertisements

%d bloggers like this: